Tempuh Jalan, Sungai hingga Lumpur, Tim 19 Unpad Jangkau Layanan Kesehatan Warga Fakfak

Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad sambangi pelosok Fakfak. (Foto: Istimewa)

TOTEA.ID — Tim 19 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran menempuh medan sulit untuk menjangkau warga pelosok Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Tim tersebut membantu tenaga kesehatan Puskesmas Tomage memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Tim mendatangi Kampung Wamosan dan Kampung Otoweri. Mereka mengikuti kegiatan Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu serta Puskesmas Keliling atau Pusling.

Tim menempuh perjalanan darat menuju Kampung Wamosan dengan ambulans. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 45 hingga 60 menit.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan perahu. Mereka menyusuri Sungai Otauar hingga memasuki perairan Teluk Bintuni selama sekitar 90 menit.

Ketua Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad Arlette Suzy Puspa Pertiwi menjelaskan tantangan perjalanan menuju lokasi pelayanan. Tim harus berganti moda transportasi untuk mencapai Kampung Wamosan.

Baca juga:  Gantikan Sari Yuliati, Daniel Mutaqien Syafiuddin Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR

“Rombongan kemudian berganti moda transportasi menggunakan perahu dan menyusuri Sungai Otauar hingga memasuki perairan Teluk Bintuni selama sekitar 90 menit,” kata Arlette dilansir dari RMOL, Selasa malam, (18/8/2026).

Perjalanan kembali menghadapi kendala saat rombongan mendekati Kampung Wamosan. Kondisi air laut yang surut membuat perahu tidak dapat merapat ke kampung.

Tim kemudian berjalan melewati pantai yang penuh koral dan lumpur. Mereka menempuh jalur tersebut bersama tenaga kesehatan Puskesmas Tomage.

Setibanya di Wamosan, tim melayani pemeriksaan kesehatan bagi warga. Posyandu dan Pusling mencatat kehadiran tiga ibu dan tiga anak.

Setelah menyelesaikan pelayanan di Wamosan, tim melanjutkan perjalanan menuju Kampung Otoweri. Kampung tersebut memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak.

Baca juga:  Kejagung Dalami Dugaan Manipulasi Kadar Nikel Dalam Kasus PT CNI

Warga Otoweri sudah berkumpul untuk mengikuti pelayanan kesehatan. Mereka tetap antusias meski suhu udara mencapai 32 derajat Celsius.

Arlette mengatakan tim tidak hanya menjalankan pelayanan kesehatan satu hari. Tim juga berdialog dengan warga dan tenaga kesehatan Puskesmas Tomage.

Dialog tersebut membantu tim memahami kondisi kesehatan masyarakat setempat. Tim juga mempelajari akses layanan dan kebutuhan kesehatan warga.

Menurut Arlette, kondisi geografis turut memengaruhi akses kesehatan masyarakat di wilayah terpencil. Jarak dan kondisi medan dapat menyulitkan warga mencapai fasilitas kesehatan.

Karena itu, Arlette menilai layanan kesehatan membutuhkan dukungan akses transportasi. Kondisi wilayah, jarak permukiman, dan fasilitas kesehatan juga memengaruhi keterjangkauan layanan.

Baca juga:  Kirab Merah Putih di Jakarta, Pemuda Serukan Perang Terhadap Korupsi dan Narkoba

Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad berharap kegiatan tersebut menjadi awal pendampingan berkelanjutan. Tim juga mendorong kolaborasi dengan Puskesmas Tomage dan masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut dapat membantu memetakan kebutuhan kesehatan masyarakat. Data lapangan juga dapat menjadi pijakan untuk menyusun program yang sesuai kebutuhan warga.

Arlette menegaskan perjalanan panjang tersebut memiliki makna lebih dari sekadar ekspedisi. Tim melihat langsung perjuangan warga dalam memperoleh layanan kesehatan.

“Bagi Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad, perjalanan melewati jalan darat, sungai, laut, hingga pantai berlumpur bukan sekadar perjalanan menuju sebuah kampung. Di ujung medan tersebut ada masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses, pendampingan, dan pelayanan kesehatan,” tutur Arlette.

Redaksi Totea.id