Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMA Negeri 5 Kota Gorontalo diisi dengan edukasi mengenai pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Kegiatan tersebut menghadirkan Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri sebagai narasumber pada Senin (6/7/2026).
Sekitar 100 peserta yang terdiri dari siswa baru dan tenaga pendidik mengikuti sosialisasi tersebut. Selain membahas ancaman penyebaran paham IRET, peserta juga diberikan pemahaman mengenai bahaya konten True Crime Community yang belakangan banyak beredar di ruang digital.
Pihak sekolah memasukkan materi tersebut ke dalam agenda MPLS sebagai bagian dari pembentukan karakter sekaligus penguatan literasi digital bagi peserta didik sejak memasuki tahun ajaran baru.
Kepala Tim Cegah Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri, Iptu Teguh Pribadi, S.E., memaparkan berbagai pola penyebaran paham IRET yang kini banyak memanfaatkan media digital untuk menjangkau generasi muda.
Ia mengingatkan para siswa agar lebih selektif dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan, serta memanfaatkan media sosial secara bijaksana.
“Penyebaran paham IRET dan konten True Crime Community di kalangan pelajar perlu menjadi perhatian bersama. Guru, siswa, dan orang tua harus memperkuat literasi digital serta meningkatkan kewaspadaan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh konten maupun paham yang menyimpang,” ujar Teguh Pribadi.
Menurutnya, upaya mencegah penyebaran paham ekstrem tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan pelajar terhadap berbagai pengaruh negatif.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Sekolah, orang tua, dan masyarakat harus berjalan bersama agar pelajar memiliki daya tangkal terhadap pengaruh negatif, baik yang berasal dari lingkungan sekitar maupun ruang digital,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 5 Kota Gorontalo bersama Satgaswil Gorontalo Densus 88 berharap para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai ancaman paham IRET, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital secara sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.
![Kepala Tim Cegah Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri, Teguh Pribadi, bersama siswa SMA Negeri 5 Kota Gorontalo usai sosialisasi bahaya paham IRET pada MPLS Ramah 2026, Senin (6/7/2026). [Foto: Densus 88/YI].](https://totea.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-06-at-10.37.38-3-1536x1153-1-280x210.webp)
![Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur. [Foto: Ist].](https://totea.id/wp-content/uploads/2026/07/images-53-280x210.webp)
![Kepala Tim Cegah Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri, Teguh Pribadi, bersama siswa SMA Negeri 5 Kota Gorontalo usai sosialisasi bahaya paham IRET pada MPLS Ramah 2026, Senin (6/7/2026). [Foto: Densus 88/YI].](https://totea.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-06-at-10.37.38-3-1536x1153-1.webp)


![Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat menandatangani dokumen pelaksanaan pemasangan kabel bawah laut. Selasa (7/7/2026). [Foto: Sucipto].](https://totea.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-07-at-15.30.51-1536x1152-1-280x210.webp)
Leave a Reply