TOTEA.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo mencari solusi atas berbagai hambatan bisnis yang dihadapi pelaku usaha. Upaya itu dilakukan melalui forum temu eksportir di Domestique Resto, Kota Gorontalo, Jumat (28/8/2026).
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Gorontalo menggelar forum tersebut. Pertemuan itu membahas capaian ekspor, tantangan usaha, dan peluang hilirisasi daerah.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menghadiri pertemuan bersama sejumlah pimpinan instansi. Sebanyak 16 pimpinan perusahaan di Provinsi Gorontalo juga mengikuti forum tersebut.
Gusnar menilai forum itu membuka ruang komunikasi langsung. Pemerintah dapat mendengar persoalan yang dihadapi pelaku usaha.
Menurutnya, pemerintah harus memahami persoalan di lapangan. Pemahaman tersebut akan membantu pemerintah menentukan langkah penyelesaian yang tepat.
Gusnar juga meminta setiap pembahasan menghasilkan langkah konkret. Ia tidak ingin forum tersebut hanya menjadi kegiatan seremonial.
Karena itu, Gusnar mendorong pertemuan lanjutan dengan pembahasan yang lebih tematik. Setiap forum harus fokus pada persoalan tertentu yang dihadapi perusahaan.
“Kita dalam pemerintahan pada kaitannya harus berdasarkan tematik dalam memecahkan masalah. Kalau cuma berpidato semua bisa, tetapi menyelesaikan yang di lapangan, ternyata banyak sekali persoalan-persoalan yang dihadapi,” ujar Gusnar.
Gusnar menyebut pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala. Kendala itu mencakup transportasi, ketersediaan bahan baku, dan regulasi.
Karena itu, Pemprov Gorontalo membuka ruang komunikasi bagi setiap perusahaan. Pelaku usaha dapat menyampaikan hambatan langsung kepada pemerintah.
Gusnar menegaskan Pemprov Gorontalo siap membantu menyelesaikan persoalan regulasi. Ia meminta pelaku usaha segera melaporkan aturan yang menghambat kegiatan bisnis.
“Jadi regulasi saya nyatakan anda tidak perlu khawatir, jika ada regulasi-regulasi yang menghambat proses kelancaran bisnis, segera serahkan kepada kami, kita akan pilah satu-satu segera diselesaikan,” tegas Gusnar.
Selain persoalan regulasi, Pemprov Gorontalo juga siap memfasilitasi perusahaan yang menghadapi isu negatif. Pemerintah akan membantu menangani informasi tidak benar yang mengganggu keberlangsungan usaha.
Forum temu eksportir itu juga menghadirkan sejumlah instansi terkait. Hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo dan Kepala Badan Pusat Statistik.
Selain itu, hadir Kepala Bea Cukai dan Kepala BLU UPBU Djalaluddin Gorontalo. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan juga mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui forum itu, Pemprov Gorontalo memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha. Pemerintah berharap setiap hambatan bisnis segera menemukan solusi.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekspor dan ekonomi Gorontalo.

![Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur. [Foto: Ist].](https://totea.id/wp-content/uploads/2026/07/images-53-280x210.webp)
![Kepala Tim Cegah Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri, Teguh Pribadi, bersama siswa SMA Negeri 5 Kota Gorontalo usai sosialisasi bahaya paham IRET pada MPLS Ramah 2026, Senin (6/7/2026). [Foto: Densus 88/YI].](https://totea.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-06-at-10.37.38-3-1536x1153-1-280x210.webp)











Kirim Komentar
View Comments